Jumat, 17 Juni 2016

PENDERITAAN DAN TEKANAN KEPADA NABI, SAHABAT DAN FAMILI


1. Hambatan dan Rintangan

           Pada permulaan Islam, nabi berdakwah kepada sanak kerabat, kaum Quraisy tiada menghiraukan dakwah Nabi itu. Mereka membiarkan dan mengira bahwa dakwah Nabi hanya merupakan auatau gerakan yang tidak dapat bertahan lama, tentu akan lemah dan lenyap dengan sendirinya.
           Akan tetapi, bukan demikian kenyataannya, dakwah Nabi dengan cepat memasuki rumah tangga kaum Quraisy. Hamba sahaya/budak mereka yang di pandang derajatnya tidak lebih dari harta benda mereka telah menerima dakwah Nabi dengan baik.
          Maka para pemimpin kafir Quraisy mulai membicarakan Islam dan Nabi nya. Mereka mengantar rencana-rencana untuk menghadapi perkembangan Islam. Maka di sebarkan lah isu-isu dan propaganda.
           Diantara issu yang di sebarluaskan oleh kaum kafir Quraisy ialah, bahwa Nabi Muhammad itu seorang gila karena mengaku sebagai Nabi. Ia tidak lebih dari tukang syair, yang kepandaian nya hanya meniru penyair lain. Bahkan ia dianggap sebagai tukang sihir.
          Pemimpin lain Quraisy (Abu Sofyan bin Umayyah  dan Abu Lahab) menyebar luaskan propaganda kepada masyarakat untuk menjauhi Nabi. Ketika orang-orang berkumpul di sekitar ka'bah, Abu sofyan dan Abu Lahab dan ajaran nya. Ajaran islam do katakan sesat, karena menyimpang dari ajaran nenek moyang mereka.
          Usaha menyebarkan issu dari propaganda untuk menghalangi perkembangan islam tidak berhasil. Bahkan semakin banyak orang masuk islam dari kalangan Quraisy datang kepada Abu Thalib, minta agar Abu Thalib melarang Nabi menyebarkan dakwahnya. Namun usaha ini tidak membawa hasil apapun. Sebab Abu Thalib tidak mau melarang Nabi untuk berhenti dari menyiarkan agama.

2. Gangguan dan Siksaan

          Usaha untuk menghalangi kemajuan Islam tidak berhasil. Kaum katir Quraisy meningkatkan kegiatannya dengan mengganggu, mengejek dan memperolok-olok Nabi serta menyiksa pengikutnya.

Beberapa gangguan da ejekan kepada Nabi, ialah :
  1. Jalan menuju masjid di buangi kotoran, bangkai dan batu.
  2. Ketika Nabi sedang sholat, di letakkan kotoran di pundaknya.
         Untuk memperolok-olok Nabi, mereka minta agar Nabi merubah gunung-gunung di sekitar Mekkah agar nabi merubah bukit Safa dan Marwa menjadi emas. Permintaan itu semua sekedar untuk mengejek.
         Permintaan yang bukan-bukan itu tidak di layani oleh Nabi, maka turun wahyu untuk menjawab nya. Firman Allah :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ 

أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". 

         Kaum Quraisy belum puas hanya itu saja, mereka siksa pengikut-pengikut Nabi yang lemah terutama golongan budak. 
        Yasir dan putra nya Ammar serta isterinya bernama Sumaiyah mati mendapat siksaan dari Bani Makhzun.
        Nabi Muhammad SAW, telah mengirim untuk ketiga syuhada tersebut suatu tempat di surga. Bilal bin Rabah seorang budak telah menyatakan keimanan nya kepada Allah di hadapan Nabi Muhammad SAW. ia mempunyai iman yang amat teguh, tidak mudah di goyahkan dengan penganiayaan yang amat berat. Umayyah sebagai majikannya yang menguasai diri Bilal di minta kaum Quraisy agar menyiksa budaknya (Bilal) untuk mencabut Nur Iman dalam hati nya dan kembali ke agama nenek moyangnya. Di bawalahh Bilal ke tengah padang pasir di saat terik matahari, di letangkan dengan mata harus memandang matahari, di atas dada di letakkan batu besar dan di cambuk dengan cemeti agar ia mau melepaskan keimanannya.
          Bilal tetap mempertahankan iman nya dengan ucapan "Ahad, Ahad, Allah maha Tunggal. Allah maha Tunggal." Akhirnya Bilal di beli oleh Abu Bakar kemudian di bebaskan menjadi orang merdeka.
          Khabab bin Arats dengan keberanian luar biasa san dengan keteguhan iman memikul penderitaan yang amat pedih. Kaum kafir Quraisy telah membakar besi hingga menyala dan merah membara, lalu mereka tempel kan ke tubuh, kedua tangan dan kaki Khabab, sehingga seluruh daging nya terbakar. Khabab tetap sadar,  tabah da tawakal, orang-orang Quraisy belum puas dengan perbuatan itu, mereka meminta bantuan Ummi Anwar mengambil besi panas yang menyala, lalu ia letakkan di atas kepala dan ubun-ubun Khabab, namun Khabab tetap meyerahkan nasibnya kepada Allah SWT.
           Rasulullah SAW, pada waktu itu lewat dan melihat penderitaan Khabab tidak mampu berbuat apa-apa, selain meneguhkan hati dan memannjatkan doa :" Ya Allah, limpahkanlah pertolongan-Mu kepada Khabab." Allah pun mengabulkan doa Rasul-Nya.
          Tidak antara lama dari kejadian itu, Ummi Ammar menerima hukuman Qishas. 
Semua usaha yang di lakukan kaum kafir Quraisy untuk menghalangi perkembangan Islam tidak berhasil. Seringkali mereka datang kepada Abu Thalib meminta agar Abu Thalib menasehati Nabi untuk berhenti berdakwah. Pada kedatangan mereka yang terakhir kepada Abu Thalib, meminta agar dia menghentikan segala kegiatan Nabi Muhammad dalam menyiarkan agama Islam. Jika Abu Thalin tidak bisa menghentikan kegiatan Nabi Muhammad, mereka sendiri yang akan melakukannya.
           Mendengar ketegangan pemimpin-pemimpin kafir Quraisy, Abu Thalib merasa khawatir akan terjadi permusuhan yang besar dalam kaum nya. Tetapi ia juga sangat berat untuk melarang Nabi berdakwah.
           Akhir nya Abu Thalib memanggil Nabi dan berkata kepadanya : Wahai anakku, pemimpin-pemimpin kaum ku telah datang kepada ku, meminta ku untuk menasehati mu, agar kamu tidak melanjutkan berdakwah menyiarkan agama Islam. Maka janganlah aku di bebani sesuatu yang aku tidak sanggup memikulnya.
            Mendengar perkataan Abu Thalib itu, Nabi mengira, bahwa paman nya sudah tidak mau membantu dakwah Islam yang di kembangkan. Maka beliau menjawab dengan tegas :
" Demi Allah, wahai paman ! Sekiranya mereka letakkan matahari di sebelah kanan ku, dan bulan di sebelah kiri ku, dengan maksud agar aku meninggalkan tugas dakwah ini, aku tidak akan meninggalkan nya, meski pun aku binasa karena nya".
             Setelah mengucapkn kalimat tersebut, Nabi meninggalkan Abu Thalib seraya menangis. Namun Abu Thalib memanggilnya, Nabi kembali. Abu Thalib berkata kepada beliau : "Wahai anakku ! Pergilah dan katakanlah apa yang kamu kehendaki (dakwah). Demi Allah. Aku tidak akan menyerahkanmu kepada mereka selama nya.

3. Boikot dan Rencana Pembunuhan 

           Untuk merintangi perjalanan Islam yang semakin cepat, kaum kafir Quraisy merencanakan hendak membunuh Rasulullah. Rencana ini di dengar oleh Abu Thalib. Lalu ia segera mengadakan rapat keluarga dari keturunan Hasyim dan Muthalib yang bermaksud di ajak bersama-sama menjaga keselamatan Muhammad. Akhir nya rencana pembunuhan di batalkan dan di ganti dengan jalan lain : yaitu mengadakan pemboikotan terhadap Nabi dan Keluarga nya, pada tahun 5 sebelum hijrah bertepatan tahun 616-617 M.

            Isi surat pemboikotan sebagai berikut :
  1. Muhammad dan kaum keluarga nya serta pengikut nya tidak di perbolehkan kawin dengan bangsa Quraisy lainnya, baik laki-laki maupun perempuan.
  2. Muhammad dan keluarga nya serta pengikutnya tidak boleh mengadakan jual beli.
  3. Muhammad dan keluarga nya serta pengikutnya tidak boleh bergaul dengan kaum Quraisy lainnya.
  4. Kaum Quraisy tidak di perbolehkan membantu dan menolong Muhammad, keluarga dan pengikut nya.
          Surat pemboikotan ini di gantungkan di dinding Ka'bah dan berlaku buat selamanya, kecuali jika keluarga Muhammad menyerahkan Muhammad.
          Dengan adanya pemboikotan umum ini, Nabi Muhammad dan pengikut nya serta keluarga nya terpaksa menyingkir ke luar kota Makkah untuk menyelamatkan diri selama 3 tahun pemboikotan ini berlangsung. Nabi, keluarga dan pengikut  nya menderita kemiskinan dan kesengsaraan.
           Banyak juga yang merasa iba dan sedih menyaksikan pemboikotan ini. Mereka mengirim makanan dan kebutuhan lain kepada keluarga nya yang ikut nabi pada malam hari secara sembunyi-sembunyi.
           Akhirnya ada beberapa pimpinan Quraisy yang menghentikan pemboikotan ini. Mereka merobek-robek pengumuman pemboikotan berakhir, umat Islam kembali ke kota Makkah. Namun orang-orang kafir miskin meningkatkan usaha dan sikap permusuhan nya.

Rabu, 15 Juni 2016

LANGKAH-LANGKAH DAKWAH NABI


1. Sasaran Awal Dakwah Nabi

          Setelah turun wahyu yang pertama dan Rasulullah SAW, masih berselimut untuk melepaskan lelah dan rasa takutnya, turunlah wahyu yang kedua yang berbunyi :

يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)
وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)
1). Hai orang yang berkemul (berselimut), 2). Bangunlah, lalu berilah peringatan! 3). Dan Tuhanmu agungkanlah! 4. Dan pakaianmu bersihkanlah, 5). Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, 6). Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. 7). Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah .(QS.Al-Mudatsir-1-7). (QS. Al-Mudatstsir : 1-7)
         Dengan turunnya ayat ini secara resmi Rasulullah SAW telah di perintahkan untuk bangkit berdakwah dan menyampaikan agama Allah (islam)  kepada umat manusia.
         Tugas berdakwah  tersebut bukanlah suatu tugas yang kecil dan ringan. Beliau di wajibkan berdakwah kepada umat yang telah rusak kepercayaan dan ahlaknya, terlalu besar fanatiknya atas adat istiadat dan agama menyembah Lata Dan Uzza. Mereka di ajak kepada agama Tauhid, meyembah Allah Yang Maha Esa dengan melepaskan adat istiadat Jahiliyah yan telah menghiasi diri mereka,
        Rasulullah sangat menanti-nantikan petunjuk wahyu, bagaimanakah cara untuk melaksanakan tugas yang berat itu.
        Tetapi, setelah beberapa hari berselang, Malaikat Jibril turun membawa kabar gembira yaitu "Allah telah menemukan engkau (Muhammad) dalam kesesatan, maka Allah yang menunjukkan." Maka Allah memberikan petunjuk dalam menyampaikan wahyu/agama itu kepada umat manusia yaitu dengan cara :
  1. Sembunyi-sembunyi, sebab orang-orang kafir tidak akan senang agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad.
  2. Berhati-hati, dengan lemah lembut jangan sampai menyakitkan orang dan penuh kesabaran.
  3. Di mulai mengajak pada sanak saudara terdekat.
         Dengan cara tersebut membawa hasil yang baik. Beberapa sanak keluarga nya masuk Islam. Khadijjah isteri beliau orang pertama kali masuk islam dari golongan kaum wanita.
Ali bin Abu Thalib yang hidup satu keluarga dengan Rasulullah adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan anak-anak.
Sedangkan, dari golongan kaum laki-laki ialah Abu Bakar dan dari golongan budak ialah Zaid bin Haris anak angkat Rasulullah.
         Para sahabat yang pertama-tama masuk islam tersebut mempunyai status sosial dan ekonomi yang baik. Khadijjah isteri Rasulullah, adalah seorang yang kaya raya dan berbudi luhur. Banyak pedagang membawa dagangan Khadijjah. Abu Bakar, ia seorang kaya yang dermawan dan berbudi luhur lagi bijak, dari keluarga yang terhormat. Ali bin Abu Thalib, seorang pemuda gagah, cerdas dan berahlak luhur. Keluarganya, Abi Talib adalah pemimpin Quraisy.
         Masuknya Islam para sahabat yang berstatus sosial baik seperti itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dakwah Islam. Dengan masuknya Islam Abu Bakar, maka banyak orang-orang kaya dan orang-orang yang mempunyai kedudukan sosial masuk Islam. Diantara nya ialah Usman bin Affan,  Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abu Waqas, Abdurrahman bin Auf, Fatimah binti Khattab ( saudara perempuan Umar bin Khattab) beserta suaminya Said bin Zaid, Arqam bin Abil Arqam, Talhah bin Ubaidillah. Mereka mendapat gelar "Assabiqul Awwalun" artinya orang-orang yang pertama masuk Islam.
        Mereka mendapatkan pembinaan dari Rasulullah SAW secara sembunyi-sembunyi di rumah Arqam bin Abu Arqam dengan menanamkan ajaran tauhid yang menjadi inti dari pada Dakwah beliau. Mereka di ajak meng-esakan Allah, Tuhan yang menciptakan alam semesta. Allah Maha Esa, tidak mempunyai anak, bapak atau ibu, tidak ada sesuatu pun yang menyekutui-Nya.

2. Dakwah Nabi Secara Terbuka

         Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW berdakwah dengan sembunyi-sembunyi. Penduduk Mekkah telah banyak yang mengerti dan mengetahui dakwah dan agama yang di bawa Rasulullah.
Mereka mulai membicarakan agama baru yang di bawa oleh Rasulullah SAW, Dianggapnya suatu agama  yang sangat bertentangan dengan agama nenek moyang kaum Jahiliyah.
        Pada waktu itulah turun wahyu dari Allah SWT yang menyuruh Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan kepada seluruh masyarakat yaitu firman Allah :

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."
 
Kemudian Nabi Muhammad SAW merubah cara berdakwah dari sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan, baik kepada sanak keluarganya maupun kepada seluruh penduduk Mekkah, bahkan kepada Jama'ah haji yang datang dari negara lain.
       Pada suatu waktu Nabi Muhammad SAW naik ke puncak bukit Safa, memanggil anak keluarganya dengan suara keras.
Maka mereka datang ke tempat tersebut, di antaranya Abu Lahab paman Nabi.
Setelah mereka berkumpul, Nabi berseru : "Jika saya katakan kepadamu bahwa di sebelah bukit ada seekor kuda yang akan menyerangmu, apakah kalian percaya?"
Mereka menjawab "Kami semua percaya. Kami tidak ragu-ragu kebenaran perkataanmu, sebab kamu seorang yang jujur dan kami tidak pernah menemui kamu berdusta."
         Nabi Muhammad kemudian berseru : "Saya peringatkan kamu akan siksa di hari kiamat. Allah menyuruhku untuk mengajak kamu menyembah kepada-Nya, yaitu Tuhanku dan Tuhanmu juga, yang menciptakan alam semesta termasuk yang kamu sembah. Maka tinggalkanlah Lata, Uzza, Hubal dan berhala-berhala lain sesembahanmu."
         Mendengar seruan Muhammad SAW tersebut Abu Lahab marah dan mencaci maki serta berkata : "Hari ini kamu(Muhammad) celaka. Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami semua?".
         Nabi Muhammad SAW termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya terhadap dakwahnya. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka bukannya Nabi melainkan Abu Lahab sendiri.
Firman Allah :

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5)
 
         Rasulullah SAW tetap berdakwah walaupun kebanyakan dari tokoh-tokoh suku menolaknya. Beliau tujukan sasaran dakwahnya kepada orang-orang lemah, terutama kepada sanak keluarganya sendiri.
 Firman Allah : 

وَأَنذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْأَقْرَبِيْنَ، وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Dan berilah peringatan kepada sanak kerabatmu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. Asy-Syuara' : 214-215).