Rabu, 15 Juni 2016

LANGKAH-LANGKAH DAKWAH NABI


1. Sasaran Awal Dakwah Nabi

          Setelah turun wahyu yang pertama dan Rasulullah SAW, masih berselimut untuk melepaskan lelah dan rasa takutnya, turunlah wahyu yang kedua yang berbunyi :

يا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (3) وَثِيابَكَ فَطَهِّرْ (4) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (5)
وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (6) وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (7)
1). Hai orang yang berkemul (berselimut), 2). Bangunlah, lalu berilah peringatan! 3). Dan Tuhanmu agungkanlah! 4. Dan pakaianmu bersihkanlah, 5). Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, 6). Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. 7). Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah .(QS.Al-Mudatsir-1-7). (QS. Al-Mudatstsir : 1-7)
         Dengan turunnya ayat ini secara resmi Rasulullah SAW telah di perintahkan untuk bangkit berdakwah dan menyampaikan agama Allah (islam)  kepada umat manusia.
         Tugas berdakwah  tersebut bukanlah suatu tugas yang kecil dan ringan. Beliau di wajibkan berdakwah kepada umat yang telah rusak kepercayaan dan ahlaknya, terlalu besar fanatiknya atas adat istiadat dan agama menyembah Lata Dan Uzza. Mereka di ajak kepada agama Tauhid, meyembah Allah Yang Maha Esa dengan melepaskan adat istiadat Jahiliyah yan telah menghiasi diri mereka,
        Rasulullah sangat menanti-nantikan petunjuk wahyu, bagaimanakah cara untuk melaksanakan tugas yang berat itu.
        Tetapi, setelah beberapa hari berselang, Malaikat Jibril turun membawa kabar gembira yaitu "Allah telah menemukan engkau (Muhammad) dalam kesesatan, maka Allah yang menunjukkan." Maka Allah memberikan petunjuk dalam menyampaikan wahyu/agama itu kepada umat manusia yaitu dengan cara :
  1. Sembunyi-sembunyi, sebab orang-orang kafir tidak akan senang agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad.
  2. Berhati-hati, dengan lemah lembut jangan sampai menyakitkan orang dan penuh kesabaran.
  3. Di mulai mengajak pada sanak saudara terdekat.
         Dengan cara tersebut membawa hasil yang baik. Beberapa sanak keluarga nya masuk Islam. Khadijjah isteri beliau orang pertama kali masuk islam dari golongan kaum wanita.
Ali bin Abu Thalib yang hidup satu keluarga dengan Rasulullah adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan anak-anak.
Sedangkan, dari golongan kaum laki-laki ialah Abu Bakar dan dari golongan budak ialah Zaid bin Haris anak angkat Rasulullah.
         Para sahabat yang pertama-tama masuk islam tersebut mempunyai status sosial dan ekonomi yang baik. Khadijjah isteri Rasulullah, adalah seorang yang kaya raya dan berbudi luhur. Banyak pedagang membawa dagangan Khadijjah. Abu Bakar, ia seorang kaya yang dermawan dan berbudi luhur lagi bijak, dari keluarga yang terhormat. Ali bin Abu Thalib, seorang pemuda gagah, cerdas dan berahlak luhur. Keluarganya, Abi Talib adalah pemimpin Quraisy.
         Masuknya Islam para sahabat yang berstatus sosial baik seperti itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dakwah Islam. Dengan masuknya Islam Abu Bakar, maka banyak orang-orang kaya dan orang-orang yang mempunyai kedudukan sosial masuk Islam. Diantara nya ialah Usman bin Affan,  Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abu Waqas, Abdurrahman bin Auf, Fatimah binti Khattab ( saudara perempuan Umar bin Khattab) beserta suaminya Said bin Zaid, Arqam bin Abil Arqam, Talhah bin Ubaidillah. Mereka mendapat gelar "Assabiqul Awwalun" artinya orang-orang yang pertama masuk Islam.
        Mereka mendapatkan pembinaan dari Rasulullah SAW secara sembunyi-sembunyi di rumah Arqam bin Abu Arqam dengan menanamkan ajaran tauhid yang menjadi inti dari pada Dakwah beliau. Mereka di ajak meng-esakan Allah, Tuhan yang menciptakan alam semesta. Allah Maha Esa, tidak mempunyai anak, bapak atau ibu, tidak ada sesuatu pun yang menyekutui-Nya.

2. Dakwah Nabi Secara Terbuka

         Tiga tahun lamanya Rasulullah SAW berdakwah dengan sembunyi-sembunyi. Penduduk Mekkah telah banyak yang mengerti dan mengetahui dakwah dan agama yang di bawa Rasulullah.
Mereka mulai membicarakan agama baru yang di bawa oleh Rasulullah SAW, Dianggapnya suatu agama  yang sangat bertentangan dengan agama nenek moyang kaum Jahiliyah.
        Pada waktu itulah turun wahyu dari Allah SWT yang menyuruh Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan kepada seluruh masyarakat yaitu firman Allah :

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik."
 
Kemudian Nabi Muhammad SAW merubah cara berdakwah dari sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan, baik kepada sanak keluarganya maupun kepada seluruh penduduk Mekkah, bahkan kepada Jama'ah haji yang datang dari negara lain.
       Pada suatu waktu Nabi Muhammad SAW naik ke puncak bukit Safa, memanggil anak keluarganya dengan suara keras.
Maka mereka datang ke tempat tersebut, di antaranya Abu Lahab paman Nabi.
Setelah mereka berkumpul, Nabi berseru : "Jika saya katakan kepadamu bahwa di sebelah bukit ada seekor kuda yang akan menyerangmu, apakah kalian percaya?"
Mereka menjawab "Kami semua percaya. Kami tidak ragu-ragu kebenaran perkataanmu, sebab kamu seorang yang jujur dan kami tidak pernah menemui kamu berdusta."
         Nabi Muhammad kemudian berseru : "Saya peringatkan kamu akan siksa di hari kiamat. Allah menyuruhku untuk mengajak kamu menyembah kepada-Nya, yaitu Tuhanku dan Tuhanmu juga, yang menciptakan alam semesta termasuk yang kamu sembah. Maka tinggalkanlah Lata, Uzza, Hubal dan berhala-berhala lain sesembahanmu."
         Mendengar seruan Muhammad SAW tersebut Abu Lahab marah dan mencaci maki serta berkata : "Hari ini kamu(Muhammad) celaka. Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami semua?".
         Nabi Muhammad SAW termenung sejenak memikirkan reaksi keras dari kaumnya terhadap dakwahnya. Kemudian turun wahyu yang menerangkan bahwa yang celaka bukannya Nabi melainkan Abu Lahab sendiri.
Firman Allah :

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al Lahab: 1-5)
 
         Rasulullah SAW tetap berdakwah walaupun kebanyakan dari tokoh-tokoh suku menolaknya. Beliau tujukan sasaran dakwahnya kepada orang-orang lemah, terutama kepada sanak keluarganya sendiri.
 Firman Allah : 

وَأَنذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْأَقْرَبِيْنَ، وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Dan berilah peringatan kepada sanak kerabatmu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. Asy-Syuara' : 214-215).

                                                                                                                                                            
                                                                                                                                                            

2 komentar:

  1. The best guy tang titanium toner - TITIAN TILE - Titanium
    The silicone dab rig with titanium nail best guy tang titanium toner. We have all the best in this ford fusion hybrid titanium collection of remmington titanium the most beautiful titanium pot and creative t fal titanium pan video game designers, with the

    BalasHapus